Baju Adat Jawa (Paes Basahan Atau Dodotan)
Berikut rincian mengenai pakaian adat ini:
●Asal: Merupakan busana pengantin tradisional dari Keraton Surakarta Hadiningrat, Jawa Tengah.
Ciri Khas Pria:
●Tidak mengenakan baju atasan (dada terbuka).
●Mengenakan kain dodot atau kampuh yang dililitkan di pinggang hingga lutut, dengan motif khas seperti sidomukti atau sidoasih.
●Mengenakan celana panjang berwarna gelap di bagian dalam.
●Aksesori kepala berupa kuncung atau mahkota kecil yang disebut kuluk.
●Mengenakan kalung ulur dan keris di bagian belakang.
Ciri Khas Wanita:
●Mengenakan kemben dari kain dodot yang dililitkan, memperlihatkan bahu dan leher.
●Rambut ditata dengan gaya paes Solo Putri, dengan hiasan bunga melati dan aksesori emas seperti cunduk mentul dan centhung.
●Mengenakan kalung, anting, dan gelang sebagai perhiasan.
Makna: Busana ini melambangkan kesederhanaan, keagungan, dan kemewahan kerajaan zaman dahulu, serta harapan akan kehidupan rumah tangga yang bahagia dan mulia.

Komentar
Posting Komentar